Home » » 5 Strategi Jokowi Menuju Kursi DKI-1

5 Strategi Jokowi Menuju Kursi DKI-1

Written By deddy setiawan on Kamis, 20 September 2012 | 18.59


Jakarta Kehadiran Joko Widodo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, mengejutkan publik Ibukota. Bagaimana tidak, di putaran pertama Jokowi menjadi jawara dengan memenangkan 5 wilayah di Jakarta dengan perolehan akhir 1.847.157 suara atau 42,6 persen.

Strategi-strategi unik diterapkan Jokowi-Ahok untuk melekatkan ingatan publik pada sosok keduanya. Bagi Jokowi, untuk 'menjual' produk cagub-cawagub memang harus ada branding strategy.

Nah, berikut 5 strategi yang dilancarkan Jokowi-Ahok dalam upanyanya menuju kursi DKI-1:


1. Baju Kotak-kotak

Baju kotak-kotak menjadi ikon perjuangan bagi pasangan Jokowi-Ahok untuk memperebutkan kursi DKI-1. Baju ini pertama kali terlihat dipakai Jokowi saat mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI ke KPU DKI pada Senin, (19/3) lalu.

Saat ditanya arti dari baju kotak-kotak yang didominasi warna merah dan biru itu, Jokowi mengatakan bahwa baju kebesarannya merupakan simbol dari warga Jakarta yang heterogen dan terdiri dari banyak latar belakang. Dalam kesempatan lain, Jokowi juga mengatakan kotak-kotak merupakan simbol pelayanan kepada masyarakat.

"Ini baju pelayan, artinya kita ini melayani masyarakat. Jadi mesti ada filosofi yang kita pakai, kita ingin jadi pelayan masyarakat," kata Jokowi (12/5).


2. Turun ke Kampung-kampung

Masuk dari satu kampung ke kampung lain menjadi strategi yang diterapkan Jokowi untuk merebut hati warga Ibukota. Ia bahkan berjanji akan tetap berada bersama masyarakat dan turun ke bawah jika terpilih sebagai gubernur DKI.

Strategi ini mulai dilakukan Jokowi saat kampanye putaran pertama pilgub DKI berlangsung. Jokowi mengunjungi kampung-kampung di semua wilayah Jakarta, termasuk beberapa pulau di Kepulauan Seribu.


3. Gebrakan Program

Hampir semua permasalahan Ibukota dipetakan oleh Jokowi sebagai visi misi dan gebrakan program kerjanya. Yang paling sering diungkap Jokowi adalah gebrakannya soal kartu Jakarta Sehat dan kartu Jakarta Pintar. Kemudian Jokowi menggagas Kampung Susun dan Kampung Deret untuk menata pemukiman kumuh di bantaran sungai termasuk bantaran rel kereta api.

Ide besar Jokowi adalah pembangunan Jakarta yang dimulai dari perkampungan, bukan dari pusat kota seperti Sudirman, Thamrin maupun Kuningan.


4. Gaya Politik

Jokowi menerapkan gaya politik yang lunak menghadapi kandidat lain dalam pilgub DKI. Bahkan gaya itu diterapkan sejak putaran pertama pilgub DKI berlangsung. Yang paling terlihat adalah ketika Jokowi dihantam isu SARA oleh pedangdut Rhoma Irama. Bukan marah, Jokowi justru mengaku bahwa dirinya adalah fans berat Rhoma Irama, "Saya sebagai penggemar berat sedih sebetulnya," kata Jokowi (4/8).

Gaya politik Jokowi yang lunak juga ditunjukkan dengan gayanya yang berbaur dengan masyarakat. Jokowi bahkan tak suka jika ada penjagaan khusus kepada dirinya jika sedang berada di tengah-tengah warga. Tak ayal, ratusan warga seringkali berebut foto dan bersalaman dengan Wali Kota Solo itu.


5. Kampanye Kreatif

Strategi lain yang diterapkan Jokowi adalah kampanye kreatif. Sebetulnya insiatif kampanye kreatif ini muncul dari relawan dan tim sukses, salah satunya adalah kampanye melalui game yang disebut "Jakarta Baru", kemudian kampanye via Youtube.

Kampanye ini terbilang cukup efektif dan memikat perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari angka pengguna game dan yang menyaksikan videonya di Youtube. Terakhir adalah kampanye yang menghadirkan sekitar 2.000 orang untuk flashmob di Bundaran HI pada Minggu 16 September lalu.

Sumber : Detik.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Online Lagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger